Tugas ke-2 Kelompok Softskill Kewirausahaan

Kamis, 30 April 2015

| | | 0 komentar

Nama Kelompok kelas 2SA06 :


  1. Cindy Dyrdi Paramita (11613924)
  2. Dinar Restiva  (12613546)
  3. Yose Habakuk (19613505)

Pada tugas kelompok ke-2 di semester 4 saat ini, dosen softskill Kewirausahaan memberikan tugas ke kami untuk mencari buku tentang orang-orang sukses. Kami pun mencari beberapa buku di perpustakaan kampus dan kami telah memutuskan untuk memilih buku berikut ini :




Judul Buku : Wirausaha Muda Mandiri: Ketika Anak Sekolahan Berbisnis (Wirausaha Muda Mandiri #1)

Karya : Rhenald Kasali

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama










Di dalam buku tersebut terdapat 24 kisah inspiratif anak anak bangsa Indonesia dalam mengubah hidupnya lewat wirausaha yang mereka jalani. Kami bertiga setuju untuk memilih cerita ibu Sinta yang dapat Mewujudkan Mimpi-Mimpi dari Kerupuk Pisang.

       Sinta terlahir dari garis bawah kemiskinan dengan kata lain, hidupnya kurang beruntung. Sejak kecil ia harus berpindah-pindah rumah kontrakan karena orang tuanya tidak mampu membeli rumah. Itulah yang terjadi pada Sinta. Perempuan 22 tahun ini tidak hanya berhasil mengangkat keluarganya keluar dari kemiskinan selama bertahun-tahun lamanya, melainkan ia berhasil menjadi pengusaha jutawan yang hebat. Sinta termasuk seorang yang beruntung dapat mengejar ilmu sampai ke jenjang universitas. Ia adalah lulusan dari fakultas Ekonomi di Universitas Lampung, Sumatra. Sinta sangat memahami hidupnya yang tidak berkecukupan secara materi ketika duduk di kelas 2 SMA, maka ia berpikir untuk membantu keluarganya dengan bekerja. Salah satu pilihan utamanya yaitu bekerja di pabrik keripik pisang sepulang sekolah. Selama bekerja di pabrik tersebut, ia mendapatkan banyak pelajaran lalu ia membuat suatu variasi keripik pisang menjadi 9 rasa. Ia juga memanfaatkan ubi jalar, talas dan sukun sebagai bahan baku produksinya. Ia mulai mengumpulkan uang 3 juta rupiah. Dengan uang tersebut, ia membelikan sejumlah barang untuk memulai usahanya antara lain peralatan dapur serta bahan dasar yaitu pisang. Namun membuat keripik pisang ada standar kualitas yang diterapkan bagi pengusaha keripik pisang. Perjalanan Sinta meraih mimpi tidaklah mulus, salah satu kendala ialah cara pemasaran produk buatannya tersebut. Dengan dibantu kedua teman dan saudaranya, Sinta memberikan merek "Istana Keripik" untuk produk usahanya tersebut. Ia juga membubuhi nama ibunya, dengan kemudian merek produknya menjadi "Istana Keripik Ibu Mery". Semakin lama Sinta semakin menyadari bahwa bisnis adalah pilihan hidupnya. Baru 3 tahun usaha Sinta berjalan, ia sudah mampu membuka lapangan pekerjaan bagi 13 karyawannya.



Intisari dari kisah ibu Sinta


Kerja keras adalah modal utama dan tidak pernah lupa juga untuk selalu berdoa untuk kelancaran suatu usaha. Sebenarnya jiwa bisnis sudah terbentuk dalam diri Sinta sejak kecil. Keuletannya terlihat saat ia berusaha mengembangkan keripik pisang rumahan menjadi keripik pisang yang sudah memiliki merek serta toko sendiri. Dalam mengembangkan usahanya, Sinta juga butuh berbagai macam inovasi-inovasi baru untuk memperkaya usahanya tersebut. Dendam terhadap kemiskinan yang pernah Sinta alami membuatnya memiliki tekad yang sangat kuat untuk mengangkat derajat keluarganya. Karena ia sangat prihatin terhadap kemisikinan, saat ini Sinta telah mempekerjakan orang-orang yang tinggal di dekat daerah rumahnya untuk membantunya mengelola usahanya.

Walaupun sekarang Sinta telah menjadi seorang jutawan berkat usaha keripik pisang miliknya sendiri, ia tetap tampil sebagai wanita rendah hati yang punya segudang mimpi untuk keluarganya.



Profil Sinta pengusaha Keripik Pisang

Tugas Kelompok Softskill

Minggu, 22 Maret 2015

| | | 0 komentar



Di semester 4 ini, dosen kami pada mata kuliah softskill Kewirausahaan telah memberikan sebuah tugas kelompok bagi kelas 2SA06 yang disuruh membahas tentang "keinginan kita di masa depan dalam Kewirausahaan" berdasarkan penggabungan dari pikiran diri kita masing masing.


Berikut ini adalah nama anggota kelompok kami dari 2SA06 :
  1. Cindy Dyrdi Paramita (11613924)
  2. Dinar Restiva (12613546)
  3. Yose Habakuk (19613505)

Usaha yang ingin kita lakukan di masa depan ialah membuka distro dengan nama brand sendiri untuk membuat lapangan pekerjaan bagi orang banyak. Di dalam distro tersebut kita akan menyediakan 3 macam jenis barang, yaitu pakaian, sepatu dan tas. Dalam setiap barang tersebut akan dikelola oleh 3 kepala. Bagian Pakaian akan dikelola oleh saudara Yose. Bagian sepatu akan dikelola oleh Dinar. Dan bagian tas akan dikelola oleh Cindy. Dalam setiap barang mempunyai ciri khas dan design yang mengintreprentasikan pada kawula muda. Bahan yang akan digunakan pada pakaian adalah cotton combad 30’s yaitu berguna untuk menyerap keringat dalam aktivitas dan sangat  nyaman dalam penggunaan nya serta model yang sangat beragam dan diminati oleh kawula muda  dan pakaian ini cocok untuk semua gender.  pada bagian sepatu dibagi menjadi 2 jenis yaitu, untuk sepatu sport,  dan sepatu women. Untuk bagian sepatu sport kita akan menggunakan material kulit sintetis dan sangat flexibel dalam semua aktivitas. Di bagian sepatu women kita akan memiliki banyak pilihan design yang unik dan menarik, sehingga customer lebih percaya diri dalam aktivitas sehari-hari, bahkan customer dapat mendesign model sepatu sesuai keinginan sendiri. Untuk bagian tas itu sendiri menggunakan bahan seperti canvas dan juga kulit sintetis yang dapat menahan air.Bahan luar bagian tas tersebut dilengkapi dengan raincoat. Beberapa bagian tas tersebut akan memiliki banyak pilihan model yang dapat digunakan oleh kalangan muda. Design pada bagian tas dapat dipilih sendiri oleh para customer.


Dengan semua keinginan yang kita rencanakan tersebut diharapkan dapat menjadi batu loncatan untuk tambahan pemasukan bagi diri sendiri serta orang lain dan membuat kita semakin berinovasi dan mempunyai kreativitas tinggi  untuk di kehidupan yang akan datang.

Demikianlah rancangan perencanaan dari kelompok kami. Semoga di masa yang akan datang dapat terwujud, Amin :)

ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN

Rabu, 07 Januari 2015

| | | 0 komentar


A. Pengertian Ilmu Pengetahuan


Ilmu merupakan suatu pengetahuan, sedangkan pengetahuan merupakan informasi yangdidapatkan dan segala sesuatu yang diketahui manusia. Itulah bedanya dengan ilmu, karena ilmu itu sendiri merupakan pengetahuan yang berupa informasi yang didalami sehingga menguasai pengetahuan tersebut yang menjadi suatu ilmu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ilmu merupakan pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu. Mulyadhi Kartanegara mengatakan ilmu adalah "any organized knowledge". Ilmu dan sains menurutnya tidak berbeda, terutama sebelum abad ke-19,tetapi setelah itu sains lebih terbatas pada bidang-bidang fisik atau inderawi, sedangkan ilmu melampauinya pada bidang-bidang non fisik, seperti metafisika.

Menurut bahasa, arti kata ilmu berasal dari bahasa Arab (ilm), bahasa Latin (science) yang berarti tahu atau mengetahui atau memahami. Sedangkan menurut istilah, ilmu adalah pengetahuan yang sistematis atau ilmiah. Perbedaan ilmu dan pengetahuan yaitu : Secara umum, Pengertian Ilmu merupakan kumpulan proses kegiatan terhadap suatu kondisi dengan menggunakan berbagai cara, alat, prosedur dan metode ilmiah lainnya guna menghasilkan pengetahuan ilmiah yang analisis, objektif, empiris, sistematis dan verifikatif. Sedangkan pengetahuan (knowledge) merupakan kumpulan fakta yang meliputi bahan dasar dari suatu ilmu, sehingga pengetahuan belum bisa disebut sebagai ilmu, tetapi ilmu pasti merupakan pengetahuan.

Beberapa ahli telah menuliskan Pengertian Ilmu, yaitu sebagai berikut :

     1.    Karl Pearson
Ilmu merupakan keterangan yang konsisten dan komprehensif tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana.
     2.    Ralp Ross dan Ernest Van Den Haag
Ilmu merupakan umum, rasional, empiris dan sistematik serta serentak.
     3.    Afanasyef
Ilmu merupakan pengetahuan manusia yang meliputi masyarakat, pikiran dan alam. Selain itu, ilmu mencerminkan alam dan kategori, konsep-konsep dan hukum-hukum, dimana kebenaran dan ketetapannya diuji dengan pengalaman yang praktis.
     4.    Ashely Montagu
Ilmu merupakan pengetahuan disusun dalam satu sistem yang berasal dari studi, pengamatan dan percobaan untuk menentukan dasar prinsip tentang hal yang sedang dikaji.
     5.    John G. Kemeny
Ilmu merupakan semua pengetahuan yang dikumpulkan dengan menggunakan metode ilmiah. Dari pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa ilmu merupakan produk atau hasil dari sebuah proses yang dibuat dengan menggunakan metode ilmiah sebagai suatu prosedur/cara.

B. Pengertian Teknologi


Pengertian Teknologi sebenarnya berasal dari kata Bahasa Perancis yaitu “La Teknique“ yang dapat diartikan dengan ”Semua proses yang dilaksanakan dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional”. Teknologi dalam arti ini dapat diketahui melalui barang-barang, benda-benda, atau alat-alat yang berhasil dibuat oleh manusia untuk memudahkan dan menggampangkan realisasi hidupnya di dalam dunia. Hal mana juga memperlihatkan tentang wujud dari karya cipta dan karya seni (Yunani techne) manusia selaku homo technicus. Dari sini muncullah istilah “teknologi”, yang berarti ilmu yang mempelajari tentang “techne” manusia. Teknologi sebenarnya lebih dari sekedar penciptaan barang, benda atau alat dari manusia selaku homo technicus atau homo faber. Teknologi bahkan telah menjadi suatu sistem atau struktur dalam eksistensi manusia di dalam dunia. Teknologi bukan lagi sekedar sebagai suatu hasil dari daya cipta yang ada dalam kemampuan dan keunggulan manusia, tetapi ia bahkan telah menjadi suatu “daya pencipta” yang berdiri di luar kemampuan manusia, yang pada gilirannya kemudian membentuk dan menciptakan suatu komunitas manusia yang lain.

Penggunaan istilah ‘teknologi’ (bahasa Inggris: technology) telah berubah secara signifikan lebih dari 200 tahun terakhir. Sebelum abad ke-20, istilah ini tidaklah lazim dalam bahasa Inggris, dan biasanya merujuk pada penggambaran atau pengkajian seni berguna. Istilah ini seringkali dihubungkan dengan pendidikan teknik, seperti di Institut Teknologi Massachusetts (didirikan pada tahun 1861). Istilah teknologi mulai menonjol pada abad ke-20 seiring dengan bergulirnya Revolusi Industri Kedua. Pengertian teknologi berubah pada permulaan abad ke-20 ketika para ilmuwan sosial Amerika, dimulai oleh Thorstein Veblen, menerjemahkan gagasan-gagasan dari konsep Jerman, Technik, menjadi technology. Dalam bahasa Jerman dan bahasa-bahasa Eropa lainnya, perbedaan hadir di antara Technik dan Technologie yang saat itu justru nihil dalam bahasa Inggris, karena kedua-dua istilah itu biasa diterjemahkan sebagai technology. Pada dasawarsa 1930-an, technology tidak hanya merujuk pada ‘pengkajian’ seni-seni industri, tetapi juga pada seni-seni industri itu sendiri. Pada tahun 1937, seorang sosiolog Amerika, Read Bain, menulis bahwa technology includes all tools, machines, utensils, weapons, instruments, housing, clothing, communicating and transporting devices and the skills by which we produce and use them (“teknologi meliputi semua alat, mesin, aparat, perkakas, senjata, perumahan, pakaian, peranti pengangkut/pemindah dan pengomunikasi, dan keterampilan yang memungkinkan kita menghasilkan semua itu”). Definisi yang diajukan Bain masih lazim dipakai oleh kaum terpelajar hingga saat ini, terkhusus ilmuwan sosial.

Teknologi dapat dipandang sebagai kegiatan yang membentuk atau mengubah kebudayaan. Selain itu, teknologi adalah terapan matematika, sains, dan berbagai seni untuk faedah kehidupan seperti yang dikenal saat ini. Sebuah contoh modern adalah bangkitnya teknologi komunikasi, yang memperkecil hambatan bagi interaksi sesama manusia, dan sebagai hasilnya, telah membantu melahirkan sub-sub kebudayaan baru; bangkitnya budaya dunia maya yang berbasis pada perkembangan Internet dan komputer. Tidak semua teknologi memperbaiki budaya dalam cara yang kreatif; teknologi dapat juga membantu mempermudah penindasan politik dan peperangan melalui alat seperti pistol atau bedil. Sebagai suatu kegiatan budaya, teknologi memangsa ilmu dan rekayasa, yang masing-masing memformalkan beberapa aspek kerja keras teknologis.

C. Ciri-ciri Fenomena Teknik pada Masyarakat


Fenomena teknik pada masyarakat kini, menurut SASTRAPRATEDJA (1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
     
     a.    Rasionalitas, artinya tindakan spontan oleh tehnik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional.
     
     b.    Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah.

     c.    Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi, dan dan rumuusan dilaksanakan serba otomatis.

     d.    Teknis berkembang pada suatu kebudayaan.

     e.    Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung.

     f.     Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan.

g. Otonomi, artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.


D. Ciri-ciri Teknologi Barat

    
    a)    Serba intensif dalam segala hal

    b)    Dalam struktur sosial, teknologi barat bersifat melestarikan sifat ketergantungan

    c)    Kosmologi atau pandangan teknologi barat adalah menganggap dirinya sebagai pusat yang lain feriferi, waktu berkaitan dengan kemajuan secara linier, memahami realitas secara terpisah dan berpandangan manusia sebagai tuan atau mengambil jarak dengan alam.


E. Kemiskinan

Kemiskinan merupakan masalah multidimensi yang sangat kompleks, bukan hanya diukur dari pendapatan, tetapi juga menyangkut kerentanan dan kerawanan orang atau sekelompok orang baik laki-laki maupun perempuan untuk menjadi miskin.
Hall dan Midgley (2004:14), menyatakan kemiskinan dapat didefenisikan sebagai kondisi  deprivasi materi dan sosial yang menyebabkan individu hidup di bawah standar kehidupan yang layak, atau kondisi  di mana individu mengalami deprivasi relatif dibandingkan dengan individu yang lainnya dalam masyarakat. John Friedman, kemiskinan didefenisikan sebagai  ketidaksamaan  kesempatan untuk mengakumulasikan basis kekuasaan sosial. Basis kekuasaan sosial meliputi (tidak terbatas pada) modal yang produktif atau assets (misalnya tanah, perumahan, peralatan, kesehatan, dan lainnya) sumber-sumber keuangan, organisasi sosial danm politik  yang dapat digunakan untuk mencapai  kepentingan bersama, jaringan sosial untuk memperoleh pekerjaan, barang-barang; pengetahuan, keterampilan yang memadai dan informasi yang berguna (Friedmann, 1979: 101).
Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan di mana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. Masalah kemiskinan pada dasarnya sama pada setiap perkembangan masyarakat. Pengertian kemiskinan memiliki dimensi meliputi ekonomi, sosial-budaya dan politik. Dimensi kemiskinan yang bersifat ekonomi  memandang  kemiskinan sebagai  ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan material manusia  seperti pangan, sandang, papan dan sebagainya. Dimensi ini dapat diukur dengan nilai uang meskipun harganya akan selalu berubah tergantung pada tingkat inflasi yang terjadi.
Kemiskinan menurut orang lapangan (umum) dapat dikatagorikan kedalam tiga unsur :
  1. Kemiskinan yang disebabkan handicap badaniah ataupun mental seseorang.
  2. Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam.
  3. Kemiskinan buatan. Yang relevan dalam hal ini adalah kemiskinan buatan, buatan manusia terhadap manusia pula yang disebut kemiskinan structural.


F. Ciri-ciri Manusia yang Hidup dibawah Garis Kemiskinan

  • Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan.
  • Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usaha.
  • Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD.
  • Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas.
  • Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.

G. Studi Kasus tentang Teknologi Barat dan Timur

Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Penjajahan dan Konstantinopel

Bangsa Barat dikenal sangat maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejarah mencatat bangsa Barat telah menjajah bangsa Timur selama berabad-abad. Sebelum hal itu terjadi, sebenarnya bangsa Timur telah lebih dahulu memiliki peradaban ilmu pengetahuan yang lebih awal dibandingkan dengan bangsa Barat.
Penjajahan dimulai ketika Turki Usmani dibawah komando Sultan Ustmaniyah yang berumur 21 tahun, yaitu Muhammad Al-Fatih (Sultan Mehmed II), menaklukkan Konstantinopel yang kemudian mengubahnya menjadi Istanbul dan menutup jalur perdagangan antara Barat dan Timur yang melewati Istanbul pada abad ke-15. Hal ini menyebabkan bangsa Barat mulai melakukan penjelajahan mencari sumber rempah-rempah yang mereka butuhkan. Setelah menemukan daerah penghasil rempah-rempah mereka berusaha menguasainya atau menjajahnya.

Penyebab Dilakukannya Penjajahan
Dengan jatuhnya kota Konstantinopel (Byzantium) pada tahun 1453 ke tangan Turki Usmani, aktivitas perdagangan antara orang Eropa dan Asia terputus. Sultan Mehmed II, penguasa Turki menjalankan politik yang mempersulit pedagang Eropa beroperasi di daerah kekuasannya. Bangsa Barat menghadapi kendala krisis perdagangan rempah-rempah. Oleh karena itu bangsa Barat berusaha keras mencari sumbernya dengan melakukan penjelajahan samudra.
Eropa pada tahun 1450-1650 menemui masa penemuan (Age of Discovery) dan masa perluasan kekuasaan (Age of Expansion). Ketika itu bangsa-bangsa Eropa sudah dapat mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang geografi dan teknologi. Memang mereka tertinggal oleh bangsa Romawi dan bangsa Islam selama berabad-abad lamanya. Namun rupanya, bangsa-bangsa Eropa memiliki keinginan yang kuat untuk mengejar ketertinggalan itu. Mereka berlomba-lomba mengarungi samudra, padahal mereka belum yakin apakah dunia ini bulat seperti bola atau datar seperti meja. Mereka pun ingin berekspansi, membangun wilayah-wilayah pendudukan atau koloni-koloni. Inilah awal kolonialisme Eropa Akhir abad ke-15, di Eropa timbul suatu peristiwa gerakan Renaissance dan Humanisme yang bertujuan untuk mempelajari, menyelidiki dan menggali ilmu pengetahuan. Semangat untuk dapat lebih dari masa lampau menimbulkan gerakan kemajuan.


Dampak Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  • Bagi Bangsa Barat

Pada abad ke-15 di Eropa melahirkan temuan-temuan baru, misalnya temuan Nicolaus Copernicus bahwa bumi itu bulat. Dan ditemukanya teknologi kompas, mendorong pelaut-pelaut dari Spanyol, Portugis dan negara-negara Eropa lainnya untuk berlayar menjelajahi samudera mencari daerah baru. Adanya semboyan imperalisme kuno Yang di iringi dengan semagat kekalahan perang salib juga menimbulkan semboyan 3G : Gold (mencari kekayaan), Glory (mencari kejayaan), Gospel (menyebarkan agama kristen). Semboyan tersebut menjadi tujuan penjelajahan samudera. Peta dunia dibuat pada tahun 1511 oleh Vessente Maggioli yang masih berdasarkan pada teori bumi sebagai tanah yang sambung menyambung. Teori yang sudah usang ini diciptakan pada abad ke-2 oleh Ptolomeus, orang Yunani-Mesir. Akibat anggapan tentang bumi yang salah. Maggioli menggambarkan Amerika sebagai kelanjutan dari Asia. Dia tidak tahu bahwa beberapa benua dipisahkan oleh laut.
  • Bagi Bangsa Timur
Sebelum penaklukkan Konstantinopel, perkiraan modern memprediksikan kekuatan armada kapal adalah 126, khusus terdiri dari 6 kapal besar, kapal biasa 10, 15 kapal kecil, 75 perahu dayung besar, dan 20 kuda pengangkut. Kemajuan Utsmaniyah secara instrumental dalam produksi sosok senjata misterius dengan nama Orban, menurut Hungaria (walapun beberapa pendapat itu dari Jerman). Satu meriam dirancang oleh Orban dinamai "Basilika" mempunyai tinggi yaitu 27 feet (8.2 m) dan mampu melemparkan meriam seberat 600 lb (272 kg) lebih dari 1 mil (1.6 km). Orang-orang Islam telah menemukan astrolobe pada abad ke-12 yang juga berjasa bagi para pelaut Eropa. Alat itu dapat mengukur ketinggian matahari dan benda langit lainnya. Dengan demikian, para pelaut dapat mengetahui letak kapal dari garis khatulistiwa. Peralatan navigasi ini lambat laun membantu menyempurnakan peta.


Kritik dan Saran

Teknologi yang telah diciptakan pastinya sudah harus mempunyai suatu alasan dan suatu kegunaan. Penggunaan teknologi bergantung pada si pemakainya. Jika digunakan secara baik, pastinya akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Penemuan teknologi yang semakin lama semakin canggih bertujuan untuk memudahkan kehidupan manusia menuju kehidupan masa depan yang lebih baik lagi. Bangsa Timur seharusnya dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melebihi perkembangan yang sedang dilakukan bangsa Barat pada masa yang modern ini. Dominasi perkembangan teknologi oleh bangsa Barat saat ini ialah karena mereka mempunyai motivasi yang kuat untuk menguasai dunia dengan melakukan berbagai peperangan serta penjajahan. Saran penulis terhadap para pembaca, manfaatkan teknologi yang sudah sangat berkembang saat ini dengan melakukan berbagai kebaikan untuk sesama manusia di dunia ini.



Sumber :
http://isma-ismi.com/pengertian-ilmu.html
http://www.academia.edu/5253641/Makalah_Ilmu_and_Pengetahuan_14Mei_PENGERTIAN_ILMU_DAN
http://www.artikelbagus.com/2013/09/berita-teknologi-pengertian-teknologi.html
http://www.aingindra.com/pengertian-teknologi.html
http://www.academia.edu/6666951/ILMU_PENGETAHUAN
http://www.drzpost.com/reading-444-Makalah-dan-Pengertian-Kemiskinan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Kejatuhan_Konstantinopel
http://www.sarsyifa.com/2012/12/faktor-pendorong-tokoh-dan-dampak.html

MASSA

Senin, 17 November 2014

| | | 0 komentar

A. Pengertian Massa


Massa secara umum berbeda dengan pengertian massa dalam komunikasi. Secara umum massa diartikan sebagai orang yang tidak saling mengenal, berjumlah banyak, anggotanya heterogen, berkumpul di suatu tempat dan tidak individualistis. Massa memiliki kesadaran diri yang rendah, tidak dapat bergerak dengan terorganisir, tidak bertindak untuk dirinya sendiri melainkan terdapat “dalang” di belakangnya yang berfungsi memanipulasi mereka. Ini berbeda pengertiannya bila dikaitkan dengan ilmu komunikasi. Massa dalam komunikasi lebih merujuk pada penerima pesan media massa atau disebut audience.

Massa diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku massal sepertinya mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebagai diberitakan dalam pers, atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas.

Budaya Massa adalah dianggap sebagai milik mayoritas masyarakat tak berbudaya dan tak berpendidikan. Dalam sosiologi, istilah “massa” mengandung pengertian kelompok manusia yang tak bisa dipilah-pilah, bahkan semacam kerumunan yang bersifat sementara dan dapat dikatakan dapat segera mati (bersifat instan). Dalam kelompok manusia yang seperti ini, identitas seseorang biasanya tenggelam. Masing-masing akan mudah sekali meniru tingkah laku orang-orang lain yang “sekerumunan.” Puncak dari tingkah laku mereka akan dilalui, katakanlah maksudnya selesai, apabila secara fisik mereka sudah lelah dan tujuan bersamanya tercapai.

Budaya massa adalah budaya populer yang dihasilkan industri produksi massa dan dipasarkan untuk mendapatkan keuntungan pada khalayak konsumen. Budaya massa adalah hasil budaya yang dibuat secara massif demi kepentingan pasar. Budaya massa lebih bersifat massal, terstandarisasi dalam sistem pasar yang anonim, praktis, heterogen, lebih mengabdi pada kepentingan pemuasan selera “dangkal”. Zaman dulu secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa budaya massa adalah simbol kedaulatan kultural dari orang-orang yang tidak terdidik.



B. Ciri - Ciri Massa


Secara umum ciri - ciri massa ditandai dengan :

  • Kurang memiliki kesadaran diri.
  • Kurang memiliki identitas diri.
  • Tidak mampu bergerak secara serentak dan terorganisir untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
  • Massa ditandai oleh komposisi yang selalu berubah dan berada dalam batas wilayah yang selalu berubah pula.
  • Massa tidak bertindak dengan dirinya sendiri, tetapi dikooptasi untuk melakukan suatu tindakan.
  • Meski anggotanya heterogen , dan dari semua lapisan sosial, massa selalu bersikap sama dan berbuat sesuai dengan persepsi orang yang mengkooptasi mereka.



Sumber :









PERSAMAAN DERAJAT

| | | 0 komentar

A. Pengertian Persamaan Derajat


Persamaan derajat adalah persamaan nilai, harga, taraf yang membedakan makhluk yang satu dengan makhluk yang lain. Harkat manusia adalah nilai manusia sebagai makhluk Tuhan yang dibekali cipta, rasa, karsa dan hak-hak serta kewajiban azasi manusia. Martabat adalah tingkatan harkat kemanusiaan dan kedudukan yang terhormat. Sedangkan derajat kemanusiaan adalah tingkatan, martabat dan kedudukan manusia sebagai makhluk Tuhan yang memiliki kemampuankodrat, hak dan kewajiban azasi.Dengan adanya persamaan harkat, derajat dan martabat manusia, setiap orang harus mengakuiserta menghormati akan adanya hak-hak, derajat dan martabat manusia. Sikap ini harus ditumbuhkan dan dipelihara dalam hubungan kemanusiaan, baik dalam lingkungan keluarga, lembaga pendidikan maupun di lingkungan pergaulan masyarakat. Manusia dikarunian potensiberpikir, rasa dan cipta, kodrat yang sama sebagai makhluk pribadi (individu) dan sebagaimakhluk masyarakat (sosial).Manusia akan mempunyai arti apabila ia hidup bersama-sama manusia lainnya di dalam masyarakat.

Hakikat dari persamaan derajat terbagi menjadi beberapa pengertian dan beberapa prinsip. Berikut ini adalah macam - macam prinsip persamaan derajat :

  1. Persamaan Harkat : Nilai, harga, taraf yang membedakan mahluk yang satu dengan mahluk yang lainnya.
  2. Pengertian Harkat : Harkat manusia adalah nilai manusia sebagai mahluk Tuhan YME, yang dibekali daya cipta, rasa, dan karsa serta hak - hak dan kewajiban asasi manusia.  
  3. Pengertian Martabat : Martabat adalah tingkatan harkat kemanusiaan dan kedudukan yang terhormat.
  4. Pengertian Derajat Kemanusiaan : Derajat kemanusiaan adalah tingatan martabat dan kedudukan manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan YME, yang memiliki kemampuan kodrat, hak dan kewajiban asasi.
 
Dengan adanya persamaan harkat, derajat, dan martabat manusia , setiap orang harus mengakui serta menghormati akan adanya hak - hak, derajat dan martabat manusia. Sikap ini harus ditumbuhkan dan dipelihara dalam hubungan kemanusiaan, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun di lingkungan masyarakat. Manusia dikaruniai potensi berpikir, rasa dan cipta,kodrat yang sama sebagai mahluk pribadi (individu) dan sebagai mahluk masyarakat (sosial).


Negara Indonesia memiliki landasan moral atau hukum tentang persamaan derajat, yakni :

  • Landaasan Ideal: Pancasila
  • Landasan Konstitusional: UUD 1945 yakni:
Pembukaan UUD 1945 pada alenia ke-1, dan ke-4

a) Alinea I : “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah haak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.
b) Alinea IV : “… Pemerintah Negara Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial……”

  • Batang Tubuh (pasal) UUD 1945
Secara garis besar persamaan derajat manusia tercantum dalam pasal 27 sampai 34 dapat dikelompokkan menjadi :
a) Hak dalam bidang politik (pasal 27 (1) dan 28),
b) Hak dalam bidang ekonomi (pasal 27 (2), 33, 34),
c) Hak dalam bidang sosial budaya (pasal 29, 31, 32),
d) Hak dalam bidang hankam (pasal 27 (3) dan 30).
  • Ketetapan MPR No. IV/MPR/1999 tentang GBHN.


B. Pasal - Pasal di dalam UUD'45 tentang Persamaan HAK


Berdasarkan amandemen UUD 1945, hak asasi manusia tercantum dalam Bab X A Pasal 28 A sampai dengan 28 J, sebagaimana tercantum berikut ini :

  • Pasal 28 A
Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.
Pasal 28 B
1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah.
2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dan kekerasan dan diskriminasi.

  • Pasal 28 C
1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya.


  • Pasal 28 D
1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.
2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.
3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan.
4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.


  • Pasal 28 E
1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran. memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggakannya, serta berhak kembali.
2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.
3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.


  • Pasal 28 F
Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

  • Pasal 28 G
1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dan ancaman kelakutan untuk berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.
2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan alau perlakuan yang rnerendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suara politik dari negara lain.


  • Pasal 28 H
1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapalkan lingkungan hid up yang baik dan sehal serfa berhak memperoleh pefayanan kesehatan
2) Setiap orang berhak mendapatkan kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.
3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermanfaat.
4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun.


  • Pasal 28 I
1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.
2) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif
3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban.
4) Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, Terutama pemerintah.
5) Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan.

  • Pasal 28 J
1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan partimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.



Sumber :
http://xfqjcbx.tumblr.com/post/2498752179/kesamaan-derajat
http://www.scribd.com/doc/95068311/Arti-Prinsip-Persamaan-Derajat
http://edukasihary.blogspot.com/2010/11/hakikat-persamaan-derajat-manusia.html
https://taufikhidayah21.wordpress.com/tag/pasal-pasal-dalam-uu45-tentang-persamaan-hak/

PELAPISAN SOSIAL

| | | 0 komentar

A. Pengertian Pelapisan Sosial


Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Kata Stratifikasi Sosial berasal dari bahasa Latin, yakni stratum yang berarti tingkatan dan socius yang berarti teman atau masyarakat. Jadi, secara umum dapat kita katakan bahwa pengertian stratifikasi sosial adalah tingkatan sosial yang ada dalam masyarakat. Stratifikasi Sosial berasal dari kiasan yang menggambarkan keadaan kehidupan masyarakat. Stratifikasi sosial (sosial stratifikasion) adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Dengan kata lain, perbedaan kedudukan akan menimbulkan stratifikasi sosial atau pelapisan sosial. Perwujudan dari adanya stratifikasi sosial atau pelapisan sosial adalah adanya perbedaan golongan tingkat kedudukan atau kelas. Menurut etimologi bahasa, stratifikasi berasal dari bahasa Yunani yakni stratum, yang berarti lapisan.


Ada beberapa pengertian stratifikasi sosial menurut ahli, antara lain sebagai berikut :

  • Stratifikasi sosial menurut Pitirim A. Sorokin adalah perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis).
  • Pitirim A. Sorokin dalam karangannya yang berjudul “Social Stratification” mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur.
  • Stratifikasi sosial menurut Drs. Robert M.Z. Lawang adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
  • statifikasi sosial menurut Max Weber adalah stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
  • Pengertian Stratifikasi Sosial Menurut Horton dan Hunt: Stratifikasi sosial berarti sistem perbedaan status yang berlaku dalam suatu masyarakat.
  • Pengertian Stratifikasi Sosial Menurut Soerjono Soekanto: Stratifikasi sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat.
  • Pengertian Stratifikasi Sosial Menurut Bruce J. Cohen: Stratifikasi sosial adalah sistem yang menempatkan seseorang sesuai dengan kualitas yang dimiliki dan menempatkan mereka pada kelas sosial yang sesuai.
  • Pengertian Stratifikasi Sosial Menurut Astrid S. Susanto: Staratifikasi sosial adalah hasil kebiasaan hubungan antar manusia secara teratur dan tersusun sehingga setiap orang setiap saat mempunyai situasi yang menentukan hubungannya dengan orang secara vertikal maupun horisontal dalam masyarakatnya.



Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut :


  1. 1.   Ukuran Kekayaan


Barangsiapa yang memiliki kekayaan paling banyak, termasuk ke dalam lapisan atas dalam system pelapisan sosial. Kekayaan tersebut, misalnya, dapat dilihat pada bentuk rumah yang bersangkutan, kendaraan, cara-cara menggunakan pakaian serta bahan pakaian yang dipakai, kebiasaan untuk berbelanja barang-barang mahal dan seterusnya. Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, demikian pula sebaliknya, yang tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja,serta kemampuannya dalam berbagi kepada sesama.

  1. 2.   Ukuran Kekuasaan


Barangsiapa yang memiliki kekuasaan atau yang mempunyai wewenang terbesar, menempati lapisan atas. Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.

  1. 3.   Ukuran Kehormatan

Ukuran kehormatan tersebut mungkin terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan dan/atau kekuasaan. Orang yang paling disegani dan dihormati, mendapat tempat yang teratas. Ukuran semacam ini, masih banyak dijumpai pada masyarakat-masyarakat tradisional. Biasanya mereka adalah golongan tua atau mereka yang pernah berjasa.
  1. 4.   Ukuran Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan sebagai ukuran, dipakai oleh masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Akan tetapi ukuran tersebut kadang-kadang menyebabkan terjadinya akibat-akibat negatif. Karena ternyata bahwa bukan mutu ilmu pengetahuan yang dijadikan ukuran, akan tetapi gelar kesarjanaannya. Sudah tentu hal demikian memacu segala macam usaha untuk mendapatkan gelar, walau tidak halal. Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.


Terjadinya Stratifikasi Sosial disebabkan oleh beberapa hal yakni :

  • Tiap anggota masyarakat memiliki sesuatu yang bisa dihargai seperti kecerdasan, harta, kekuasaaan, pekerjaan/profesi, dan keanggotaan masyarakat.
  • Kecenderungan masyarakat yang membeda-bedakan beberapa hal tersebut sudah tentu akan menimbulkan lapisan sosial dalam masyarakat sosial itu sendiri.
  • Selama ada bentuk penghargaan yang terjadi dalam masyrakat, serta setiap anggota masyarakat yang sudah tidak diragukan lagi memiliki sesuatu yang dihargai tersebut maka akan menjadi sumber yang bisa menumbuhkan sistem sosial masyarakat yang berlapis-lapis.

  • Perbedaan ras dan budaya. Ketidaksamaan ciri biologis, seperti warna kulit, latar belakang etnis, dan budaya telah mengarah pada lahirnya stratifikasi dalam masyarakat. Dalam hal ini biasanya akan terjadi penguasaan grup yang satu terhadap grup yang lain.
  • Pembagian tugas dalam hampir semua masyarakat menunjukkan sistem pembagian tugas yang bersifat spesialisasi. Posisi-posisi dalam spesialisasi ini berkaitan dengan perbedaan fungsi stratifikasi dan kekuasaan dari order sosial yang muncul.
  • Stratifikasi lambat laun terjadi, karena alokasi hak dan kekuasaan yang jarang atau langka. Kelangkaan ini terasa apabila masyarakat mulai membedakan posisi, alatalat kekuasaan, dan fungsi-fungsi yang ada dalam waktu yang sama. Jadi, suatu kondisi yang mengandung perbedaan hak dan kesempatan di antara para anggota dapat menciptakan stratifikasi.

Perbedaan Sistem Pelapisan dalam Masyarakat :


1.     Sistem Pelapisan/Stratifikasi Tertutup

Sistem ini merupakan sistem stratifikasi yang tidak bisa memindahkan anggota stratifikasi tertentu ke stratifikasi yang lain, baik tingkat stratifkasi atas maupun bawah. Kecuali jika ada faktor yang sangat mendukung seperti kelahiran, sistem kasta, rasialis dan feodal. Dengan kata lain, anggota kelompok dalam satu strata tidak mudah untuk melakukan mobilitas atau gerak sosial yang bersifat vertikal, baik naik maupun turun. Dalam hal ini anggota kelompok hanya dapat melakukan mobilitas yang bersifat horizontal.

2.     Sistem Pelapisan/Stratifikasi Terbuka

Sistem ini merupakan kebalikan dari sistem stratifikasi tertutup, yaitu setiap anggota masyarakat dengan tingkat stratifikasi manapun bisa berpindah dari stratifikasi dibawahnya atau diatasnya. Pada sistem ini justru akan memberikan rangsangan yang lebih besar kepada setiap anggota masyarakat, untuk dijadikan landasan pembangunan dari sistem yang tertutup. Misalnya: orang miskin karena usahanya maju berubah menjadi orang kaya, demikian sebaliknya.

3.     Sistem Pelapisan/Stratifikasi Campuran

Sistem ini merupakan gabungan dari stratifikasi tertutup dan stratifikasi terbuka. Misalnya, seorang Bali berkasta Brahmana mempunyai kedudukan terhormat di Bali, namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh, ia memperoleh kedudukan rendah. Maka, ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.


Sumber :

KELUARGA

Rabu, 01 Oktober 2014

| | | 0 komentar
A. PENGERTIAN KELUARGA


Keluarga (dalam bahasa Sanskerta: "kulawarga"; "ras" dan "warga" yang berarti "anggota") adalah sekumpulan manusia yang hidup bersama sebagai satu keatuan atau unit masyarakat terkecil dan biasanya selalu ada hubungan darah, ikatan perkawinan atau ikatan lainnya, tinggal bersama dalam satu rumah yang dipimpin oleh seorang kepala keluarga dan tinggal di suatu tempat, di dalam suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. 


Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut. Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.

Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat dan kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan pribadi dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.




B. FUNGSI KELUARGA


Keluarga berfungsi untuk menstabilkan situasi - situasi ekonomi keluaga, mendidik dan memelihara fisik & psikis keluarga termasuk di sisi religius.
Fungsi utama keluarga adalah merawat, memelihara dan melindungi anak dalam rangka sosialisasi agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial. Keluarga mempuyai kedudukan sebagai penghubung yang meliputi penerangan, penyaringan dan penafsiran ke dalam bahasa yang dimengerti oleh anak. Kehidupan keluarga sehari - hari merupakan situasi pendidikan yang dihayati oleh anak, dan diarahkan pada nilai - nilai dan perbuatan - perbuatan yang bertujuan untuk mendidik kepribadian anak. Keluarga berkewajiban untuk memperkenalkan dan mengajak anak pada kehidupan sesuai dengan keyakinan keluarga yang dianut oleh sebuah keluarga.

Suasana keluarga yang tentram dan damai berguna mengembalikan tenaga yang telah dikeluarkan dalam kehidupan sehari - hari. Fungsi pendidikan berguna untuk mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan masa depan anak. Serta fungsi perlindungan berguna untuk melindungi anggota keluarga sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan aman.




C. TENTANG KELUARGA SAYA



Nama saya adalah Cindy Dyrdi Paramita. Saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Dua saudara saya berjenis kelamin laki - laki. Usia saya dan adik -adik saya hanya terpaut 3 tahun. Adik saya yang kedua masih bersekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA) di kelas 11 dan adik saya yang terkecil masih bersekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kelas 7. Saya tinggal dengan ibu dan adik - adik saya. Ayah saya tidak ketahuan rimbanya (pergi meninggalkan rumah begitu saja sekitar 8 tahun yang lalu). Ibu saya pun harus berperan ganda yaitu menjadi ibu sekaligus menjadi kepala keluarga di keluarga saya. Ibu saya juga harus menanggung beban hidup dan membanting tulang untuk menghidupi kehidupannya sendiri serta anak - anaknya. Ibu saya mengajarkan anak - anaknya untuk hidup mandiri, jujur dalam berbagai hal, menjaga kesopanan, etika dan tingkah laku di kehidupan sosial dan juga harus religius terhadap kepercayaan yang dianut oleh keluarga saya. Ibu saya juga sering menasehati ketiga anaknya untuk selalu hidup rukun, tentram dan damai di dalam rumah. Sekian cerita singkat tentang keluarga saya.



Sumber: