Ilmu
merupakan suatu pengetahuan, sedangkan pengetahuan merupakan informasi
yangdidapatkan dan segala sesuatu yang diketahui manusia. Itulah bedanya dengan
ilmu, karena ilmu itu sendiri merupakan pengetahuan yang berupa informasi yang
didalami sehingga menguasai pengetahuan tersebut yang menjadi suatu ilmu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ilmu merupakan pengetahuan tentang suatu bidang yang
disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan
untuk menerangkan gejala-gejala tertentu. Mulyadhi Kartanegara mengatakan ilmu
adalah "any organized knowledge". Ilmu dan sains menurutnya tidak berbeda,
terutama sebelum abad ke-19,tetapi setelah itu sains lebih terbatas pada
bidang-bidang fisik atau inderawi, sedangkan ilmu melampauinya pada bidang-bidang
non fisik, seperti metafisika.
Menurut
bahasa, arti kata ilmu berasal dari bahasa Arab (ilm), bahasa Latin (science)
yang berarti tahu atau mengetahui atau memahami. Sedangkan menurut istilah,
ilmu adalah pengetahuan yang sistematis atau ilmiah. Perbedaan ilmu dan
pengetahuan yaitu : Secara umum, Pengertian Ilmu merupakan kumpulan proses
kegiatan terhadap suatu kondisi dengan menggunakan berbagai cara, alat,
prosedur dan metode ilmiah lainnya guna menghasilkan pengetahuan ilmiah yang
analisis, objektif, empiris, sistematis dan verifikatif. Sedangkan pengetahuan
(knowledge) merupakan kumpulan fakta yang meliputi bahan dasar dari suatu
ilmu, sehingga pengetahuan belum bisa disebut sebagai ilmu, tetapi ilmu pasti
merupakan pengetahuan.
Beberapa
ahli telah menuliskan Pengertian Ilmu, yaitu sebagai berikut :
1. Karl Pearson
Ilmu
merupakan keterangan yang konsisten dan komprehensif tentang fakta pengalaman
dengan istilah yang sederhana.
2. Ralp Ross dan Ernest Van Den
Haag
Ilmu
merupakan umum, rasional, empiris dan sistematik serta serentak.
3. Afanasyef
Ilmu
merupakan pengetahuan manusia yang meliputi masyarakat, pikiran dan alam.
Selain itu, ilmu mencerminkan alam dan kategori, konsep-konsep dan hukum-hukum,
dimana kebenaran dan ketetapannya diuji dengan pengalaman yang praktis.
4. Ashely Montagu
Ilmu
merupakan pengetahuan disusun dalam satu sistem yang berasal dari studi,
pengamatan dan percobaan untuk menentukan dasar prinsip tentang hal yang sedang
dikaji.
5. John G. Kemeny
Ilmu
merupakan semua pengetahuan yang dikumpulkan dengan menggunakan metode ilmiah.
Dari pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa ilmu merupakan produk atau hasil
dari sebuah proses yang dibuat dengan menggunakan metode ilmiah sebagai suatu
prosedur/cara.
B. Pengertian Teknologi
Pengertian Teknologi sebenarnya berasal dari
kata Bahasa Perancis yaitu “La Teknique“ yang dapat diartikan dengan ”Semua
proses yang dilaksanakan dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional”.
Teknologi dalam arti ini dapat diketahui melalui barang-barang,
benda-benda, atau alat-alat yang berhasil dibuat oleh manusia untuk memudahkan
dan menggampangkan realisasi hidupnya di dalam dunia. Hal mana juga
memperlihatkan tentang wujud dari karya cipta dan karya seni (Yunani techne)
manusia selaku homo technicus. Dari sini muncullah istilah “teknologi”, yang
berarti ilmu yang mempelajari tentang “techne” manusia. Teknologi sebenarnya lebih dari sekedar penciptaan barang, benda atau alat dari
manusia selaku homo technicus atau homo faber. Teknologi bahkan telah menjadi
suatu sistem atau struktur dalam eksistensi manusia di dalam dunia. Teknologi bukan lagi
sekedar sebagai suatu hasil dari daya cipta yang ada dalam kemampuan dan
keunggulan manusia, tetapi ia bahkan telah menjadi suatu “daya pencipta” yang
berdiri di luar kemampuan manusia, yang pada gilirannya kemudian membentuk dan
menciptakan suatu komunitas manusia yang lain.
Penggunaan istilah ‘teknologi’ (bahasa Inggris:
technology) telah berubah secara signifikan lebih dari 200 tahun terakhir.
Sebelum abad ke-20, istilah ini tidaklah lazim dalam bahasa Inggris, dan
biasanya merujuk pada penggambaran atau pengkajian seni berguna. Istilah ini
seringkali dihubungkan dengan pendidikan teknik, seperti di Institut Teknologi
Massachusetts (didirikan pada tahun 1861). Istilah teknologi mulai menonjol
pada abad ke-20 seiring dengan bergulirnya Revolusi Industri Kedua. Pengertian teknologi berubah pada permulaan abad ke-20 ketika para ilmuwan sosial
Amerika, dimulai oleh Thorstein Veblen, menerjemahkan gagasan-gagasan dari
konsep Jerman, Technik, menjadi technology. Dalam bahasa Jerman dan
bahasa-bahasa Eropa lainnya, perbedaan hadir di antara Technik dan Technologie
yang saat itu justru nihil dalam bahasa Inggris, karena kedua-dua istilah itu
biasa diterjemahkan sebagai technology. Pada dasawarsa 1930-an, technology
tidak hanya merujuk pada ‘pengkajian’ seni-seni industri, tetapi juga pada
seni-seni industri itu sendiri. Pada tahun 1937, seorang sosiolog Amerika, Read
Bain, menulis bahwa technology includes all tools, machines, utensils, weapons,
instruments, housing, clothing, communicating and transporting devices and the
skills by which we produce and use them (“teknologi meliputi semua alat, mesin,
aparat, perkakas, senjata, perumahan, pakaian, peranti pengangkut/pemindah dan
pengomunikasi, dan keterampilan yang memungkinkan kita menghasilkan semua
itu”). Definisi yang diajukan Bain masih lazim dipakai oleh kaum terpelajar
hingga saat ini, terkhusus ilmuwan sosial.
Teknologi
dapat dipandang sebagai kegiatan yang membentuk atau mengubah kebudayaan.
Selain itu, teknologi adalah terapan matematika, sains, dan berbagai seni untuk
faedah kehidupan seperti yang dikenal saat ini. Sebuah contoh modern adalah
bangkitnya teknologi komunikasi, yang memperkecil hambatan bagi interaksi
sesama manusia, dan sebagai hasilnya, telah membantu melahirkan sub-sub
kebudayaan baru; bangkitnya budaya dunia maya yang berbasis pada perkembangan
Internet dan komputer. Tidak semua teknologi memperbaiki budaya dalam cara yang
kreatif; teknologi dapat juga membantu mempermudah penindasan politik dan
peperangan melalui alat seperti pistol atau bedil. Sebagai suatu kegiatan
budaya, teknologi memangsa ilmu dan rekayasa, yang masing-masing memformalkan
beberapa aspek kerja keras teknologis.
C. Ciri-ciri Fenomena Teknik pada Masyarakat
Fenomena
teknik pada masyarakat kini, menurut SASTRAPRATEDJA (1980) memiliki ciri-ciri
sebagai berikut :
a. Rasionalitas, artinya tindakan
spontan oleh tehnik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan
rasional.
b. Artifisialitas, artinya selalu
membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah.
c. Otomatisme, artinya dalam hal
metode, organisasi, dan dan rumuusan dilaksanakan serba otomatis.
d. Teknis berkembang pada suatu
kebudayaan.
e. Monisme, artinya semua teknik bersatu,
saling berinteraksi dan saling bergantung.
f. Universalisme, artinya teknik
melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai
kebudayaan.
g. Otonomi, artinya teknik
berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.
D. Ciri-ciri Teknologi Barat
a) Serba intensif dalam segala hal
b) Dalam struktur sosial,
teknologi barat bersifat melestarikan sifat ketergantungan
c) Kosmologi atau pandangan
teknologi barat adalah menganggap dirinya sebagai pusat yang lain feriferi,
waktu berkaitan dengan kemajuan secara linier, memahami realitas secara
terpisah dan berpandangan manusia sebagai tuan atau mengambil jarak dengan alam.
E. Kemiskinan
Kemiskinan
merupakan masalah multidimensi yang sangat kompleks, bukan hanya diukur dari
pendapatan, tetapi juga menyangkut kerentanan dan kerawanan orang atau
sekelompok orang baik laki-laki maupun perempuan untuk menjadi miskin.
Hall
dan Midgley (2004:14), menyatakan kemiskinan dapat didefenisikan sebagai
kondisi deprivasi materi dan sosial yang menyebabkan individu hidup di
bawah standar kehidupan yang layak, atau kondisi di mana individu
mengalami deprivasi relatif dibandingkan dengan individu yang lainnya dalam
masyarakat. John Friedman, kemiskinan didefenisikan sebagai
ketidaksamaan kesempatan untuk mengakumulasikan basis kekuasaan sosial.
Basis kekuasaan sosial meliputi (tidak terbatas pada) modal yang produktif atau
assets (misalnya tanah, perumahan, peralatan, kesehatan, dan lainnya)
sumber-sumber keuangan, organisasi sosial danm politik yang dapat
digunakan untuk mencapai kepentingan bersama, jaringan sosial untuk
memperoleh pekerjaan, barang-barang; pengetahuan, keterampilan yang memadai dan
informasi yang berguna (Friedmann, 1979: 101).
Kemiskinan
diartikan sebagai suatu keadaan di mana seseorang tidak sanggup memelihara
dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu
memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. Masalah
kemiskinan pada dasarnya sama pada setiap perkembangan masyarakat. Pengertian
kemiskinan memiliki dimensi meliputi ekonomi, sosial-budaya dan politik.
Dimensi kemiskinan yang bersifat ekonomi memandang kemiskinan
sebagai ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan material manusia
seperti pangan, sandang, papan dan sebagainya. Dimensi ini dapat diukur dengan
nilai uang meskipun harganya akan selalu berubah tergantung pada tingkat
inflasi yang terjadi.
Kemiskinan
menurut orang lapangan (umum) dapat dikatagorikan kedalam tiga unsur :
- Kemiskinan
yang disebabkan handicap badaniah ataupun mental seseorang.
- Kemiskinan
yang disebabkan oleh bencana alam.
- Kemiskinan buatan. Yang relevan dalam hal ini adalah kemiskinan buatan, buatan
manusia terhadap manusia pula yang disebut kemiskinan structural.
F. Ciri-ciri Manusia yang Hidup dibawah Garis Kemiskinan
- Tidak
memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan.
- Tidak
memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri,
seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usaha.
- Tingkat
pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD.
- Kebanyakan
tinggal di desa sebagai pekerja bebas.
- Banyak
yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.
G. Studi Kasus tentang Teknologi Barat dan Timur
Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Penjajahan dan Konstantinopel
Bangsa
Barat dikenal sangat maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejarah
mencatat bangsa Barat telah menjajah bangsa Timur selama berabad-abad. Sebelum hal itu terjadi, sebenarnya bangsa Timur telah lebih dahulu memiliki peradaban ilmu pengetahuan yang lebih awal dibandingkan dengan bangsa Barat.
Penjajahan dimulai ketika Turki Usmani dibawah komando Sultan Ustmaniyah yang berumur 21 tahun, yaitu Muhammad Al-Fatih (Sultan Mehmed II), menaklukkan Konstantinopel yang kemudian mengubahnya
menjadi Istanbul dan menutup jalur perdagangan antara Barat dan Timur yang
melewati Istanbul pada abad ke-15. Hal ini menyebabkan bangsa Barat mulai
melakukan penjelajahan mencari sumber rempah-rempah yang mereka butuhkan.
Setelah menemukan daerah penghasil rempah-rempah mereka berusaha menguasainya
atau menjajahnya.
Penyebab Dilakukannya Penjajahan
Dengan
jatuhnya kota Konstantinopel (Byzantium) pada tahun 1453 ke tangan Turki
Usmani, aktivitas perdagangan antara orang Eropa dan Asia terputus. Sultan Mehmed
II, penguasa Turki menjalankan politik yang mempersulit pedagang Eropa
beroperasi di daerah kekuasannya. Bangsa Barat menghadapi kendala krisis
perdagangan rempah-rempah. Oleh karena itu bangsa Barat berusaha keras mencari
sumbernya dengan melakukan penjelajahan samudra.
Eropa
pada tahun 1450-1650 menemui masa penemuan (Age of Discovery) dan masa
perluasan kekuasaan (Age of Expansion). Ketika itu bangsa-bangsa Eropa sudah
dapat mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang geografi dan teknologi. Memang
mereka tertinggal oleh bangsa Romawi dan bangsa Islam selama berabad-abad
lamanya. Namun rupanya, bangsa-bangsa Eropa memiliki keinginan yang kuat untuk
mengejar ketertinggalan itu. Mereka berlomba-lomba mengarungi samudra, padahal
mereka belum yakin apakah dunia ini bulat seperti bola atau datar seperti meja.
Mereka pun ingin berekspansi, membangun wilayah-wilayah pendudukan atau koloni-koloni.
Inilah awal kolonialisme Eropa Akhir abad ke-15, di Eropa timbul suatu
peristiwa gerakan Renaissance dan Humanisme yang bertujuan untuk
mempelajari, menyelidiki dan menggali ilmu pengetahuan. Semangat untuk dapat
lebih dari masa lampau menimbulkan gerakan kemajuan.
Dampak Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Pada
abad ke-15 di Eropa melahirkan temuan-temuan baru, misalnya temuan Nicolaus
Copernicus bahwa bumi itu bulat. Dan ditemukanya teknologi
kompas, mendorong pelaut-pelaut dari Spanyol, Portugis dan negara-negara
Eropa lainnya untuk berlayar menjelajahi samudera mencari daerah baru. Adanya semboyan imperalisme
kuno Yang di iringi dengan semagat kekalahan perang salib juga menimbulkan
semboyan 3G : Gold (mencari kekayaan), Glory (mencari kejayaan), Gospel
(menyebarkan agama kristen). Semboyan tersebut menjadi tujuan penjelajahan
samudera. Peta
dunia dibuat pada tahun 1511 oleh Vessente Maggioli yang masih berdasarkan
pada teori bumi sebagai tanah yang sambung menyambung. Teori yang sudah usang
ini diciptakan pada abad ke-2 oleh Ptolomeus, orang Yunani-Mesir. Akibat
anggapan tentang bumi yang salah. Maggioli menggambarkan Amerika sebagai
kelanjutan dari Asia. Dia tidak tahu bahwa beberapa benua dipisahkan oleh laut.
Sebelum penaklukkan Konstantinopel, perkiraan modern memprediksikan kekuatan
armada kapal adalah 126, khusus terdiri dari 6 kapal besar, kapal biasa 10, 15
kapal kecil, 75 perahu dayung besar, dan 20 kuda pengangkut. Kemajuan
Utsmaniyah secara instrumental dalam produksi sosok senjata misterius dengan
nama Orban, menurut Hungaria (walapun beberapa pendapat itu dari Jerman). Satu
meriam dirancang oleh Orban dinamai "Basilika" mempunyai tinggi yaitu
27 feet (8.2 m) dan mampu melemparkan meriam seberat 600 lb (272 kg)
lebih dari 1 mil (1.6 km). Orang-orang Islam telah menemukan astrolobe pada
abad ke-12 yang juga berjasa bagi para pelaut Eropa. Alat itu dapat mengukur
ketinggian matahari dan benda langit lainnya. Dengan demikian, para pelaut
dapat mengetahui letak kapal dari garis khatulistiwa. Peralatan navigasi ini
lambat laun membantu menyempurnakan peta.
Kritik dan Saran
Teknologi yang telah diciptakan pastinya sudah harus mempunyai suatu alasan dan suatu kegunaan. Penggunaan teknologi bergantung pada si pemakainya. Jika digunakan secara baik, pastinya akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Penemuan teknologi yang semakin lama semakin canggih bertujuan untuk memudahkan kehidupan manusia menuju kehidupan masa depan yang lebih baik lagi. Bangsa Timur seharusnya dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melebihi perkembangan yang sedang dilakukan bangsa Barat pada masa yang modern ini. Dominasi perkembangan teknologi oleh bangsa Barat saat ini ialah karena mereka mempunyai motivasi yang kuat untuk menguasai dunia dengan melakukan berbagai peperangan serta penjajahan. Saran penulis terhadap para pembaca, manfaatkan teknologi yang sudah sangat berkembang saat ini dengan melakukan berbagai kebaikan untuk sesama manusia di dunia ini.
Sumber :
http://isma-ismi.com/pengertian-ilmu.html
http://www.academia.edu/5253641/Makalah_Ilmu_and_Pengetahuan_14Mei_PENGERTIAN_ILMU_DAN
http://www.artikelbagus.com/2013/09/berita-teknologi-pengertian-teknologi.html
http://www.aingindra.com/pengertian-teknologi.html
http://www.academia.edu/6666951/ILMU_PENGETAHUAN
http://www.drzpost.com/reading-444-Makalah-dan-Pengertian-Kemiskinan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Kejatuhan_Konstantinopel
http://www.sarsyifa.com/2012/12/faktor-pendorong-tokoh-dan-dampak.html