Tugas ke-2 Kelompok Softskill Kewirausahaan

Kamis, 30 April 2015

| | | 0 komentar

Nama Kelompok kelas 2SA06 :


  1. Cindy Dyrdi Paramita (11613924)
  2. Dinar Restiva  (12613546)
  3. Yose Habakuk (19613505)

Pada tugas kelompok ke-2 di semester 4 saat ini, dosen softskill Kewirausahaan memberikan tugas ke kami untuk mencari buku tentang orang-orang sukses. Kami pun mencari beberapa buku di perpustakaan kampus dan kami telah memutuskan untuk memilih buku berikut ini :




Judul Buku : Wirausaha Muda Mandiri: Ketika Anak Sekolahan Berbisnis (Wirausaha Muda Mandiri #1)

Karya : Rhenald Kasali

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama










Di dalam buku tersebut terdapat 24 kisah inspiratif anak anak bangsa Indonesia dalam mengubah hidupnya lewat wirausaha yang mereka jalani. Kami bertiga setuju untuk memilih cerita ibu Sinta yang dapat Mewujudkan Mimpi-Mimpi dari Kerupuk Pisang.

       Sinta terlahir dari garis bawah kemiskinan dengan kata lain, hidupnya kurang beruntung. Sejak kecil ia harus berpindah-pindah rumah kontrakan karena orang tuanya tidak mampu membeli rumah. Itulah yang terjadi pada Sinta. Perempuan 22 tahun ini tidak hanya berhasil mengangkat keluarganya keluar dari kemiskinan selama bertahun-tahun lamanya, melainkan ia berhasil menjadi pengusaha jutawan yang hebat. Sinta termasuk seorang yang beruntung dapat mengejar ilmu sampai ke jenjang universitas. Ia adalah lulusan dari fakultas Ekonomi di Universitas Lampung, Sumatra. Sinta sangat memahami hidupnya yang tidak berkecukupan secara materi ketika duduk di kelas 2 SMA, maka ia berpikir untuk membantu keluarganya dengan bekerja. Salah satu pilihan utamanya yaitu bekerja di pabrik keripik pisang sepulang sekolah. Selama bekerja di pabrik tersebut, ia mendapatkan banyak pelajaran lalu ia membuat suatu variasi keripik pisang menjadi 9 rasa. Ia juga memanfaatkan ubi jalar, talas dan sukun sebagai bahan baku produksinya. Ia mulai mengumpulkan uang 3 juta rupiah. Dengan uang tersebut, ia membelikan sejumlah barang untuk memulai usahanya antara lain peralatan dapur serta bahan dasar yaitu pisang. Namun membuat keripik pisang ada standar kualitas yang diterapkan bagi pengusaha keripik pisang. Perjalanan Sinta meraih mimpi tidaklah mulus, salah satu kendala ialah cara pemasaran produk buatannya tersebut. Dengan dibantu kedua teman dan saudaranya, Sinta memberikan merek "Istana Keripik" untuk produk usahanya tersebut. Ia juga membubuhi nama ibunya, dengan kemudian merek produknya menjadi "Istana Keripik Ibu Mery". Semakin lama Sinta semakin menyadari bahwa bisnis adalah pilihan hidupnya. Baru 3 tahun usaha Sinta berjalan, ia sudah mampu membuka lapangan pekerjaan bagi 13 karyawannya.



Intisari dari kisah ibu Sinta


Kerja keras adalah modal utama dan tidak pernah lupa juga untuk selalu berdoa untuk kelancaran suatu usaha. Sebenarnya jiwa bisnis sudah terbentuk dalam diri Sinta sejak kecil. Keuletannya terlihat saat ia berusaha mengembangkan keripik pisang rumahan menjadi keripik pisang yang sudah memiliki merek serta toko sendiri. Dalam mengembangkan usahanya, Sinta juga butuh berbagai macam inovasi-inovasi baru untuk memperkaya usahanya tersebut. Dendam terhadap kemiskinan yang pernah Sinta alami membuatnya memiliki tekad yang sangat kuat untuk mengangkat derajat keluarganya. Karena ia sangat prihatin terhadap kemisikinan, saat ini Sinta telah mempekerjakan orang-orang yang tinggal di dekat daerah rumahnya untuk membantunya mengelola usahanya.

Walaupun sekarang Sinta telah menjadi seorang jutawan berkat usaha keripik pisang miliknya sendiri, ia tetap tampil sebagai wanita rendah hati yang punya segudang mimpi untuk keluarganya.



Profil Sinta pengusaha Keripik Pisang

Tugas Kelompok Softskill

Minggu, 22 Maret 2015

| | | 0 komentar



Di semester 4 ini, dosen kami pada mata kuliah softskill Kewirausahaan telah memberikan sebuah tugas kelompok bagi kelas 2SA06 yang disuruh membahas tentang "keinginan kita di masa depan dalam Kewirausahaan" berdasarkan penggabungan dari pikiran diri kita masing masing.


Berikut ini adalah nama anggota kelompok kami dari 2SA06 :
  1. Cindy Dyrdi Paramita (11613924)
  2. Dinar Restiva (12613546)
  3. Yose Habakuk (19613505)

Usaha yang ingin kita lakukan di masa depan ialah membuka distro dengan nama brand sendiri untuk membuat lapangan pekerjaan bagi orang banyak. Di dalam distro tersebut kita akan menyediakan 3 macam jenis barang, yaitu pakaian, sepatu dan tas. Dalam setiap barang tersebut akan dikelola oleh 3 kepala. Bagian Pakaian akan dikelola oleh saudara Yose. Bagian sepatu akan dikelola oleh Dinar. Dan bagian tas akan dikelola oleh Cindy. Dalam setiap barang mempunyai ciri khas dan design yang mengintreprentasikan pada kawula muda. Bahan yang akan digunakan pada pakaian adalah cotton combad 30’s yaitu berguna untuk menyerap keringat dalam aktivitas dan sangat  nyaman dalam penggunaan nya serta model yang sangat beragam dan diminati oleh kawula muda  dan pakaian ini cocok untuk semua gender.  pada bagian sepatu dibagi menjadi 2 jenis yaitu, untuk sepatu sport,  dan sepatu women. Untuk bagian sepatu sport kita akan menggunakan material kulit sintetis dan sangat flexibel dalam semua aktivitas. Di bagian sepatu women kita akan memiliki banyak pilihan design yang unik dan menarik, sehingga customer lebih percaya diri dalam aktivitas sehari-hari, bahkan customer dapat mendesign model sepatu sesuai keinginan sendiri. Untuk bagian tas itu sendiri menggunakan bahan seperti canvas dan juga kulit sintetis yang dapat menahan air.Bahan luar bagian tas tersebut dilengkapi dengan raincoat. Beberapa bagian tas tersebut akan memiliki banyak pilihan model yang dapat digunakan oleh kalangan muda. Design pada bagian tas dapat dipilih sendiri oleh para customer.


Dengan semua keinginan yang kita rencanakan tersebut diharapkan dapat menjadi batu loncatan untuk tambahan pemasukan bagi diri sendiri serta orang lain dan membuat kita semakin berinovasi dan mempunyai kreativitas tinggi  untuk di kehidupan yang akan datang.

Demikianlah rancangan perencanaan dari kelompok kami. Semoga di masa yang akan datang dapat terwujud, Amin :)

ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN

Rabu, 07 Januari 2015

| | | 0 komentar


A. Pengertian Ilmu Pengetahuan


Ilmu merupakan suatu pengetahuan, sedangkan pengetahuan merupakan informasi yangdidapatkan dan segala sesuatu yang diketahui manusia. Itulah bedanya dengan ilmu, karena ilmu itu sendiri merupakan pengetahuan yang berupa informasi yang didalami sehingga menguasai pengetahuan tersebut yang menjadi suatu ilmu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ilmu merupakan pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu. Mulyadhi Kartanegara mengatakan ilmu adalah "any organized knowledge". Ilmu dan sains menurutnya tidak berbeda, terutama sebelum abad ke-19,tetapi setelah itu sains lebih terbatas pada bidang-bidang fisik atau inderawi, sedangkan ilmu melampauinya pada bidang-bidang non fisik, seperti metafisika.

Menurut bahasa, arti kata ilmu berasal dari bahasa Arab (ilm), bahasa Latin (science) yang berarti tahu atau mengetahui atau memahami. Sedangkan menurut istilah, ilmu adalah pengetahuan yang sistematis atau ilmiah. Perbedaan ilmu dan pengetahuan yaitu : Secara umum, Pengertian Ilmu merupakan kumpulan proses kegiatan terhadap suatu kondisi dengan menggunakan berbagai cara, alat, prosedur dan metode ilmiah lainnya guna menghasilkan pengetahuan ilmiah yang analisis, objektif, empiris, sistematis dan verifikatif. Sedangkan pengetahuan (knowledge) merupakan kumpulan fakta yang meliputi bahan dasar dari suatu ilmu, sehingga pengetahuan belum bisa disebut sebagai ilmu, tetapi ilmu pasti merupakan pengetahuan.

Beberapa ahli telah menuliskan Pengertian Ilmu, yaitu sebagai berikut :

     1.    Karl Pearson
Ilmu merupakan keterangan yang konsisten dan komprehensif tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana.
     2.    Ralp Ross dan Ernest Van Den Haag
Ilmu merupakan umum, rasional, empiris dan sistematik serta serentak.
     3.    Afanasyef
Ilmu merupakan pengetahuan manusia yang meliputi masyarakat, pikiran dan alam. Selain itu, ilmu mencerminkan alam dan kategori, konsep-konsep dan hukum-hukum, dimana kebenaran dan ketetapannya diuji dengan pengalaman yang praktis.
     4.    Ashely Montagu
Ilmu merupakan pengetahuan disusun dalam satu sistem yang berasal dari studi, pengamatan dan percobaan untuk menentukan dasar prinsip tentang hal yang sedang dikaji.
     5.    John G. Kemeny
Ilmu merupakan semua pengetahuan yang dikumpulkan dengan menggunakan metode ilmiah. Dari pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa ilmu merupakan produk atau hasil dari sebuah proses yang dibuat dengan menggunakan metode ilmiah sebagai suatu prosedur/cara.

B. Pengertian Teknologi


Pengertian Teknologi sebenarnya berasal dari kata Bahasa Perancis yaitu “La Teknique“ yang dapat diartikan dengan ”Semua proses yang dilaksanakan dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional”. Teknologi dalam arti ini dapat diketahui melalui barang-barang, benda-benda, atau alat-alat yang berhasil dibuat oleh manusia untuk memudahkan dan menggampangkan realisasi hidupnya di dalam dunia. Hal mana juga memperlihatkan tentang wujud dari karya cipta dan karya seni (Yunani techne) manusia selaku homo technicus. Dari sini muncullah istilah “teknologi”, yang berarti ilmu yang mempelajari tentang “techne” manusia. Teknologi sebenarnya lebih dari sekedar penciptaan barang, benda atau alat dari manusia selaku homo technicus atau homo faber. Teknologi bahkan telah menjadi suatu sistem atau struktur dalam eksistensi manusia di dalam dunia. Teknologi bukan lagi sekedar sebagai suatu hasil dari daya cipta yang ada dalam kemampuan dan keunggulan manusia, tetapi ia bahkan telah menjadi suatu “daya pencipta” yang berdiri di luar kemampuan manusia, yang pada gilirannya kemudian membentuk dan menciptakan suatu komunitas manusia yang lain.

Penggunaan istilah ‘teknologi’ (bahasa Inggris: technology) telah berubah secara signifikan lebih dari 200 tahun terakhir. Sebelum abad ke-20, istilah ini tidaklah lazim dalam bahasa Inggris, dan biasanya merujuk pada penggambaran atau pengkajian seni berguna. Istilah ini seringkali dihubungkan dengan pendidikan teknik, seperti di Institut Teknologi Massachusetts (didirikan pada tahun 1861). Istilah teknologi mulai menonjol pada abad ke-20 seiring dengan bergulirnya Revolusi Industri Kedua. Pengertian teknologi berubah pada permulaan abad ke-20 ketika para ilmuwan sosial Amerika, dimulai oleh Thorstein Veblen, menerjemahkan gagasan-gagasan dari konsep Jerman, Technik, menjadi technology. Dalam bahasa Jerman dan bahasa-bahasa Eropa lainnya, perbedaan hadir di antara Technik dan Technologie yang saat itu justru nihil dalam bahasa Inggris, karena kedua-dua istilah itu biasa diterjemahkan sebagai technology. Pada dasawarsa 1930-an, technology tidak hanya merujuk pada ‘pengkajian’ seni-seni industri, tetapi juga pada seni-seni industri itu sendiri. Pada tahun 1937, seorang sosiolog Amerika, Read Bain, menulis bahwa technology includes all tools, machines, utensils, weapons, instruments, housing, clothing, communicating and transporting devices and the skills by which we produce and use them (“teknologi meliputi semua alat, mesin, aparat, perkakas, senjata, perumahan, pakaian, peranti pengangkut/pemindah dan pengomunikasi, dan keterampilan yang memungkinkan kita menghasilkan semua itu”). Definisi yang diajukan Bain masih lazim dipakai oleh kaum terpelajar hingga saat ini, terkhusus ilmuwan sosial.

Teknologi dapat dipandang sebagai kegiatan yang membentuk atau mengubah kebudayaan. Selain itu, teknologi adalah terapan matematika, sains, dan berbagai seni untuk faedah kehidupan seperti yang dikenal saat ini. Sebuah contoh modern adalah bangkitnya teknologi komunikasi, yang memperkecil hambatan bagi interaksi sesama manusia, dan sebagai hasilnya, telah membantu melahirkan sub-sub kebudayaan baru; bangkitnya budaya dunia maya yang berbasis pada perkembangan Internet dan komputer. Tidak semua teknologi memperbaiki budaya dalam cara yang kreatif; teknologi dapat juga membantu mempermudah penindasan politik dan peperangan melalui alat seperti pistol atau bedil. Sebagai suatu kegiatan budaya, teknologi memangsa ilmu dan rekayasa, yang masing-masing memformalkan beberapa aspek kerja keras teknologis.

C. Ciri-ciri Fenomena Teknik pada Masyarakat


Fenomena teknik pada masyarakat kini, menurut SASTRAPRATEDJA (1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
     
     a.    Rasionalitas, artinya tindakan spontan oleh tehnik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional.
     
     b.    Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah.

     c.    Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi, dan dan rumuusan dilaksanakan serba otomatis.

     d.    Teknis berkembang pada suatu kebudayaan.

     e.    Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung.

     f.     Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan.

g. Otonomi, artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.


D. Ciri-ciri Teknologi Barat

    
    a)    Serba intensif dalam segala hal

    b)    Dalam struktur sosial, teknologi barat bersifat melestarikan sifat ketergantungan

    c)    Kosmologi atau pandangan teknologi barat adalah menganggap dirinya sebagai pusat yang lain feriferi, waktu berkaitan dengan kemajuan secara linier, memahami realitas secara terpisah dan berpandangan manusia sebagai tuan atau mengambil jarak dengan alam.


E. Kemiskinan

Kemiskinan merupakan masalah multidimensi yang sangat kompleks, bukan hanya diukur dari pendapatan, tetapi juga menyangkut kerentanan dan kerawanan orang atau sekelompok orang baik laki-laki maupun perempuan untuk menjadi miskin.
Hall dan Midgley (2004:14), menyatakan kemiskinan dapat didefenisikan sebagai kondisi  deprivasi materi dan sosial yang menyebabkan individu hidup di bawah standar kehidupan yang layak, atau kondisi  di mana individu mengalami deprivasi relatif dibandingkan dengan individu yang lainnya dalam masyarakat. John Friedman, kemiskinan didefenisikan sebagai  ketidaksamaan  kesempatan untuk mengakumulasikan basis kekuasaan sosial. Basis kekuasaan sosial meliputi (tidak terbatas pada) modal yang produktif atau assets (misalnya tanah, perumahan, peralatan, kesehatan, dan lainnya) sumber-sumber keuangan, organisasi sosial danm politik  yang dapat digunakan untuk mencapai  kepentingan bersama, jaringan sosial untuk memperoleh pekerjaan, barang-barang; pengetahuan, keterampilan yang memadai dan informasi yang berguna (Friedmann, 1979: 101).
Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan di mana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. Masalah kemiskinan pada dasarnya sama pada setiap perkembangan masyarakat. Pengertian kemiskinan memiliki dimensi meliputi ekonomi, sosial-budaya dan politik. Dimensi kemiskinan yang bersifat ekonomi  memandang  kemiskinan sebagai  ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan material manusia  seperti pangan, sandang, papan dan sebagainya. Dimensi ini dapat diukur dengan nilai uang meskipun harganya akan selalu berubah tergantung pada tingkat inflasi yang terjadi.
Kemiskinan menurut orang lapangan (umum) dapat dikatagorikan kedalam tiga unsur :
  1. Kemiskinan yang disebabkan handicap badaniah ataupun mental seseorang.
  2. Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam.
  3. Kemiskinan buatan. Yang relevan dalam hal ini adalah kemiskinan buatan, buatan manusia terhadap manusia pula yang disebut kemiskinan structural.


F. Ciri-ciri Manusia yang Hidup dibawah Garis Kemiskinan

  • Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan.
  • Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usaha.
  • Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD.
  • Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas.
  • Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.

G. Studi Kasus tentang Teknologi Barat dan Timur

Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Penjajahan dan Konstantinopel

Bangsa Barat dikenal sangat maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejarah mencatat bangsa Barat telah menjajah bangsa Timur selama berabad-abad. Sebelum hal itu terjadi, sebenarnya bangsa Timur telah lebih dahulu memiliki peradaban ilmu pengetahuan yang lebih awal dibandingkan dengan bangsa Barat.
Penjajahan dimulai ketika Turki Usmani dibawah komando Sultan Ustmaniyah yang berumur 21 tahun, yaitu Muhammad Al-Fatih (Sultan Mehmed II), menaklukkan Konstantinopel yang kemudian mengubahnya menjadi Istanbul dan menutup jalur perdagangan antara Barat dan Timur yang melewati Istanbul pada abad ke-15. Hal ini menyebabkan bangsa Barat mulai melakukan penjelajahan mencari sumber rempah-rempah yang mereka butuhkan. Setelah menemukan daerah penghasil rempah-rempah mereka berusaha menguasainya atau menjajahnya.

Penyebab Dilakukannya Penjajahan
Dengan jatuhnya kota Konstantinopel (Byzantium) pada tahun 1453 ke tangan Turki Usmani, aktivitas perdagangan antara orang Eropa dan Asia terputus. Sultan Mehmed II, penguasa Turki menjalankan politik yang mempersulit pedagang Eropa beroperasi di daerah kekuasannya. Bangsa Barat menghadapi kendala krisis perdagangan rempah-rempah. Oleh karena itu bangsa Barat berusaha keras mencari sumbernya dengan melakukan penjelajahan samudra.
Eropa pada tahun 1450-1650 menemui masa penemuan (Age of Discovery) dan masa perluasan kekuasaan (Age of Expansion). Ketika itu bangsa-bangsa Eropa sudah dapat mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang geografi dan teknologi. Memang mereka tertinggal oleh bangsa Romawi dan bangsa Islam selama berabad-abad lamanya. Namun rupanya, bangsa-bangsa Eropa memiliki keinginan yang kuat untuk mengejar ketertinggalan itu. Mereka berlomba-lomba mengarungi samudra, padahal mereka belum yakin apakah dunia ini bulat seperti bola atau datar seperti meja. Mereka pun ingin berekspansi, membangun wilayah-wilayah pendudukan atau koloni-koloni. Inilah awal kolonialisme Eropa Akhir abad ke-15, di Eropa timbul suatu peristiwa gerakan Renaissance dan Humanisme yang bertujuan untuk mempelajari, menyelidiki dan menggali ilmu pengetahuan. Semangat untuk dapat lebih dari masa lampau menimbulkan gerakan kemajuan.


Dampak Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  • Bagi Bangsa Barat

Pada abad ke-15 di Eropa melahirkan temuan-temuan baru, misalnya temuan Nicolaus Copernicus bahwa bumi itu bulat. Dan ditemukanya teknologi kompas, mendorong pelaut-pelaut dari Spanyol, Portugis dan negara-negara Eropa lainnya untuk berlayar menjelajahi samudera mencari daerah baru. Adanya semboyan imperalisme kuno Yang di iringi dengan semagat kekalahan perang salib juga menimbulkan semboyan 3G : Gold (mencari kekayaan), Glory (mencari kejayaan), Gospel (menyebarkan agama kristen). Semboyan tersebut menjadi tujuan penjelajahan samudera. Peta dunia dibuat pada tahun 1511 oleh Vessente Maggioli yang masih berdasarkan pada teori bumi sebagai tanah yang sambung menyambung. Teori yang sudah usang ini diciptakan pada abad ke-2 oleh Ptolomeus, orang Yunani-Mesir. Akibat anggapan tentang bumi yang salah. Maggioli menggambarkan Amerika sebagai kelanjutan dari Asia. Dia tidak tahu bahwa beberapa benua dipisahkan oleh laut.
  • Bagi Bangsa Timur
Sebelum penaklukkan Konstantinopel, perkiraan modern memprediksikan kekuatan armada kapal adalah 126, khusus terdiri dari 6 kapal besar, kapal biasa 10, 15 kapal kecil, 75 perahu dayung besar, dan 20 kuda pengangkut. Kemajuan Utsmaniyah secara instrumental dalam produksi sosok senjata misterius dengan nama Orban, menurut Hungaria (walapun beberapa pendapat itu dari Jerman). Satu meriam dirancang oleh Orban dinamai "Basilika" mempunyai tinggi yaitu 27 feet (8.2 m) dan mampu melemparkan meriam seberat 600 lb (272 kg) lebih dari 1 mil (1.6 km). Orang-orang Islam telah menemukan astrolobe pada abad ke-12 yang juga berjasa bagi para pelaut Eropa. Alat itu dapat mengukur ketinggian matahari dan benda langit lainnya. Dengan demikian, para pelaut dapat mengetahui letak kapal dari garis khatulistiwa. Peralatan navigasi ini lambat laun membantu menyempurnakan peta.


Kritik dan Saran

Teknologi yang telah diciptakan pastinya sudah harus mempunyai suatu alasan dan suatu kegunaan. Penggunaan teknologi bergantung pada si pemakainya. Jika digunakan secara baik, pastinya akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Penemuan teknologi yang semakin lama semakin canggih bertujuan untuk memudahkan kehidupan manusia menuju kehidupan masa depan yang lebih baik lagi. Bangsa Timur seharusnya dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melebihi perkembangan yang sedang dilakukan bangsa Barat pada masa yang modern ini. Dominasi perkembangan teknologi oleh bangsa Barat saat ini ialah karena mereka mempunyai motivasi yang kuat untuk menguasai dunia dengan melakukan berbagai peperangan serta penjajahan. Saran penulis terhadap para pembaca, manfaatkan teknologi yang sudah sangat berkembang saat ini dengan melakukan berbagai kebaikan untuk sesama manusia di dunia ini.



Sumber :
http://isma-ismi.com/pengertian-ilmu.html
http://www.academia.edu/5253641/Makalah_Ilmu_and_Pengetahuan_14Mei_PENGERTIAN_ILMU_DAN
http://www.artikelbagus.com/2013/09/berita-teknologi-pengertian-teknologi.html
http://www.aingindra.com/pengertian-teknologi.html
http://www.academia.edu/6666951/ILMU_PENGETAHUAN
http://www.drzpost.com/reading-444-Makalah-dan-Pengertian-Kemiskinan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Kejatuhan_Konstantinopel
http://www.sarsyifa.com/2012/12/faktor-pendorong-tokoh-dan-dampak.html