A. Pengertian Massa
Massa
secara umum berbeda dengan pengertian massa dalam komunikasi. Secara umum massa
diartikan sebagai orang yang tidak saling mengenal, berjumlah banyak,
anggotanya heterogen, berkumpul di suatu tempat dan tidak individualistis.
Massa memiliki kesadaran diri yang rendah, tidak dapat bergerak dengan
terorganisir, tidak bertindak untuk dirinya sendiri melainkan terdapat “dalang”
di belakangnya yang berfungsi memanipulasi mereka. Ini berbeda pengertiannya
bila dikaitkan dengan ilmu komunikasi. Massa dalam komunikasi lebih merujuk
pada penerima pesan media massa atau disebut audience.
Massa
diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku massal sepertinya
mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional, mereka
yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa
pembunuhan sebagai diberitakan dalam pers, atau mereka yang berperanserta dalam
suatu migrasi dalam arti luas.
Budaya
Massa adalah dianggap sebagai milik mayoritas masyarakat tak berbudaya dan
tak berpendidikan. Dalam sosiologi, istilah “massa” mengandung pengertian
kelompok manusia yang tak bisa dipilah-pilah, bahkan semacam kerumunan yang
bersifat sementara dan dapat dikatakan dapat segera mati (bersifat instan).
Dalam kelompok manusia yang seperti ini, identitas seseorang biasanya
tenggelam. Masing-masing akan mudah sekali meniru tingkah laku orang-orang lain
yang “sekerumunan.” Puncak dari tingkah laku mereka akan dilalui, katakanlah
maksudnya selesai, apabila secara fisik mereka sudah lelah dan tujuan
bersamanya tercapai.
Budaya
massa adalah budaya populer yang dihasilkan industri produksi massa dan
dipasarkan untuk mendapatkan keuntungan pada khalayak konsumen. Budaya massa
adalah hasil budaya yang dibuat secara massif demi kepentingan pasar. Budaya
massa lebih bersifat massal, terstandarisasi dalam sistem pasar yang anonim,
praktis, heterogen, lebih mengabdi pada kepentingan pemuasan selera “dangkal”.
Zaman dulu secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa budaya massa adalah simbol
kedaulatan kultural dari orang-orang yang tidak terdidik.
B. Ciri - Ciri Massa
Secara umum
ciri - ciri massa ditandai dengan :
- Kurang memiliki kesadaran diri.
- Kurang memiliki identitas diri.
- Tidak mampu bergerak secara serentak dan terorganisir untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
- Massa ditandai oleh komposisi yang selalu berubah dan berada dalam batas wilayah yang selalu berubah pula.
- Massa tidak bertindak dengan dirinya sendiri, tetapi dikooptasi untuk melakukan suatu tindakan.
- Meski anggotanya heterogen , dan dari semua lapisan sosial, massa selalu bersikap sama dan berbuat sesuai dengan persepsi orang yang mengkooptasi mereka.
Sumber :



0 komentar:
Posting Komentar