Tugas ke-2 Kelompok Softskill Kewirausahaan

Kamis, 30 April 2015

| | |

Nama Kelompok kelas 2SA06 :


  1. Cindy Dyrdi Paramita (11613924)
  2. Dinar Restiva  (12613546)
  3. Yose Habakuk (19613505)

Pada tugas kelompok ke-2 di semester 4 saat ini, dosen softskill Kewirausahaan memberikan tugas ke kami untuk mencari buku tentang orang-orang sukses. Kami pun mencari beberapa buku di perpustakaan kampus dan kami telah memutuskan untuk memilih buku berikut ini :




Judul Buku : Wirausaha Muda Mandiri: Ketika Anak Sekolahan Berbisnis (Wirausaha Muda Mandiri #1)

Karya : Rhenald Kasali

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama










Di dalam buku tersebut terdapat 24 kisah inspiratif anak anak bangsa Indonesia dalam mengubah hidupnya lewat wirausaha yang mereka jalani. Kami bertiga setuju untuk memilih cerita ibu Sinta yang dapat Mewujudkan Mimpi-Mimpi dari Kerupuk Pisang.

       Sinta terlahir dari garis bawah kemiskinan dengan kata lain, hidupnya kurang beruntung. Sejak kecil ia harus berpindah-pindah rumah kontrakan karena orang tuanya tidak mampu membeli rumah. Itulah yang terjadi pada Sinta. Perempuan 22 tahun ini tidak hanya berhasil mengangkat keluarganya keluar dari kemiskinan selama bertahun-tahun lamanya, melainkan ia berhasil menjadi pengusaha jutawan yang hebat. Sinta termasuk seorang yang beruntung dapat mengejar ilmu sampai ke jenjang universitas. Ia adalah lulusan dari fakultas Ekonomi di Universitas Lampung, Sumatra. Sinta sangat memahami hidupnya yang tidak berkecukupan secara materi ketika duduk di kelas 2 SMA, maka ia berpikir untuk membantu keluarganya dengan bekerja. Salah satu pilihan utamanya yaitu bekerja di pabrik keripik pisang sepulang sekolah. Selama bekerja di pabrik tersebut, ia mendapatkan banyak pelajaran lalu ia membuat suatu variasi keripik pisang menjadi 9 rasa. Ia juga memanfaatkan ubi jalar, talas dan sukun sebagai bahan baku produksinya. Ia mulai mengumpulkan uang 3 juta rupiah. Dengan uang tersebut, ia membelikan sejumlah barang untuk memulai usahanya antara lain peralatan dapur serta bahan dasar yaitu pisang. Namun membuat keripik pisang ada standar kualitas yang diterapkan bagi pengusaha keripik pisang. Perjalanan Sinta meraih mimpi tidaklah mulus, salah satu kendala ialah cara pemasaran produk buatannya tersebut. Dengan dibantu kedua teman dan saudaranya, Sinta memberikan merek "Istana Keripik" untuk produk usahanya tersebut. Ia juga membubuhi nama ibunya, dengan kemudian merek produknya menjadi "Istana Keripik Ibu Mery". Semakin lama Sinta semakin menyadari bahwa bisnis adalah pilihan hidupnya. Baru 3 tahun usaha Sinta berjalan, ia sudah mampu membuka lapangan pekerjaan bagi 13 karyawannya.



Intisari dari kisah ibu Sinta


Kerja keras adalah modal utama dan tidak pernah lupa juga untuk selalu berdoa untuk kelancaran suatu usaha. Sebenarnya jiwa bisnis sudah terbentuk dalam diri Sinta sejak kecil. Keuletannya terlihat saat ia berusaha mengembangkan keripik pisang rumahan menjadi keripik pisang yang sudah memiliki merek serta toko sendiri. Dalam mengembangkan usahanya, Sinta juga butuh berbagai macam inovasi-inovasi baru untuk memperkaya usahanya tersebut. Dendam terhadap kemiskinan yang pernah Sinta alami membuatnya memiliki tekad yang sangat kuat untuk mengangkat derajat keluarganya. Karena ia sangat prihatin terhadap kemisikinan, saat ini Sinta telah mempekerjakan orang-orang yang tinggal di dekat daerah rumahnya untuk membantunya mengelola usahanya.

Walaupun sekarang Sinta telah menjadi seorang jutawan berkat usaha keripik pisang miliknya sendiri, ia tetap tampil sebagai wanita rendah hati yang punya segudang mimpi untuk keluarganya.



Profil Sinta pengusaha Keripik Pisang

0 komentar:

Posting Komentar